Basisdata Hama dan Penyakit Tanaman
   
Penelusuran Lanjutan
Beranda Depan

 

 Penyakit Antraknosa

Penyakit:Penyakit Antraknosa
Penyebab:Colletotrichum lindemuthianum (Sacc. et Magn.)
Inang:Kacang Hijau
Sebaran:Lampung, Jawa, Bali, NTB, dan NTT
Gejala:Pada semai terjadi bercak mengendap pada keping biji dan bintang muda. Pada daun terjadi bercak yang agak memanjang, mula-mula timbul pada tulang-tulang daun pada sisi bawah. Pada polong terjadi kanker hitam melekuk, kadang-kadang mempunyai pusat yang berwarna seperti daging. Biji dapat terinfeksi dan tampak mempunyai bercak-bercak cokelat. Jika biji seperti ini ditanam, kecambah dapat mati sebelum muncul dari permukaan tanah.
Deskripsi:Cendawan ini membentuk aservulus di bawah epidermis, diameter 300 m. Aservulus mempunyai seta berwarna cokelat, bersekat 2-4, pada umumnya panjangnya < 100 m, lebar 4-9 m. Konidium berbentuk tabung atau jorong, bersel tunggal, hialin, dengan ukuran 10-20 x 3-6 m. Konidium dapat membentuk massa seperti lendir yang berwarna merah jambu atau jingga. Cendawan bertahan dalam sisa-sisa tanaman sakit dan pada biji yang terinfeksi. Konidium yang terikat dalam massa lendir terutama dipencarkan oleh percikan-percikan air. 
 
Pengendalian:Penanaman varietas tahan, rotasi tanaman




Basisdata Hama dan Penyakit Tanaman
didanai oleh Proyek I-MHERE B.2.c


Anda diperkenankan menggunakan informasi maupun gambar dari website ini dengan mencantumkan sumbernya www.opete.info

2010-2011 Departemen Proteksi Tanaman - IPB