Basisdata Hama dan Penyakit Tanaman
   
Penelusuran Lanjutan
Beranda Depan

 

 Antraknosa

Penyakit:Antraknosa
Penyebab:Colletotrichum lindemuthianum (Sacc. et Magn.) Briosi et Cav.
Inang:Buncis (Phaseolus vulgaris L.)
Sebaran:Indonesia
Gejala:Gejala awal terlihat pada bagian batang dan daun, kemudian baru menyerang buah. Gejala infeksi pada batang berupa bercak-bercak berwarna jingga atau cokelat kemerahan memanjang sepanjang sumbu batang. Pada bagian bercak ini biasanya berwarna merah bata dikelilingi oleh halo kecokelatan atau keunguan serta terbentuk banyak konidium cendawan. Tanaman dapat menjadi rebah apabila bercak banyak terdapat di batang. Gejala pada daun berupa bercak cokelat kemerahan hingga hitam pada tulang daun. Gejala pada polong muda terlihat jelas, berupa bercak-bercak kecil berdiameter 1 cm dengan pusat berwarna cokelat atau hitam dan berhalo cokelat muda atau merah muda. Pada saat kondisi lembab terbentuk banyak spora berwarna merah muda.
Deskripsi:Konidium cendawan bersel 1 dengan ukuran 13-22 x 4,4-5,3 m, berbentuk oval dengan ujungnya membulat, dan berwarna hialin. Konidiofor tidak bercabang, panjangnya 45-55 m. Aservulus menyebar dan tidak mempunyai seta. Cendawan bertahan dari musim ke musim pada biji dan tanaman sakit. Persebaran spora cendawan dapat terjadi melalui percikan air hujan dan angin. 
 
Pengendalian:Rotasi tanaman bukan inang kurang lebih 2-3 tahun, penanaman dengan benih sehat, perbaikan cara budi daya tanaman




Basisdata Hama dan Penyakit Tanaman
didanai oleh Proyek I-MHERE B.2.c


Anda diperkenankan menggunakan informasi maupun gambar dari website ini dengan mencantumkan sumbernya www.opete.info

2010-2011 Departemen Proteksi Tanaman - IPB