Basisdata Hama dan Penyakit Tanaman
   
Penelusuran Lanjutan
Beranda Depan

 

 Layu Bakteri

Penyakit:Layu Bakteri
Penyebab:Ralstonia solanacearum (E.F. Sm.) E.F. Sm.
Inang:Pisang (Musa sp.)
Sebaran:Sulawesi Selatan dan Jawa
Gejala:Gejala tampak pada tajuk (mahkota) baru setelah timbulnya tandan buah. Gejala awal pada daun muda berupa keluarnya garis-garis cokelat kekuningan dari tulang daun utama ke tepi daun. Dalam jangka waktu satu minggu semua daun menguning dan dalam jangka waktu beberapa hari daun-daun menjadi cokelat. Gejala pada buah baru terlihat setelah buah menyelesaikan proses pemasakannya. Buah tampak seperti dipanggang, berwarna kuning cokelat, melorot, dan busuk. Gejala awal berupa berkas pembuluh menjadi kuning atau cokelat. Perubahan ini meluas ke plasenta dan parenkim buah, bahkan juga ke berkas pembuluh kulit buah. Apabila seluruh bagian buah terserang maka isinya terlarut sedikit-demi sedikit. Ruang di dalam buah yang biasanya terisi daging buah akan terisi cairan berlendir berwarna merah kecokelatan yang mengandung banyak bakteri.
Deskripsi:Bakteri berbentuk batang, panjangnya 0,9-1,4 µm, tidak berspora, bergerak dengan satu bulu cambuk yang panjangnya 8-10 µm, dan Gram negatif. Inokulasi terjadi apabila bakteri masuk ke dalam pembuluh tanaman yang mengalami pelukaan, atau melalui penularan oleh serangga. Sedangkan inokulasi melalui batang jarang terjadi. Bakteri dapat bertahan dalam tanah dan mempertahankan virulensinya selama paling sedikit satu tahun. Penyakit dapat menular melalui parang yang digunakan waktu menebang pisang, membersihkan batang atau memotong bunga jantan/anakan pisang. Penularan dapat terjadi juga karena pemakaian tunas dari rumpun yang sakit sebagai bibit. Penyakit juga dapat menular melalui udara dan menginfeksi buah-buah yang dapat dilakukan oleh serangga. Bakteri yang terbawa ke kepala putik pada saat pembuahan dapat mencapai buah melalui saluran tangkai putik.  
 
Pengendalian:• Cara kultur teknis: Rotasi tanaman bukan inang; drainase, sanitasi lingkungan pertanaman; Menghindari terjadinya luka pada akar; Menggunakan benih sehat (bukan dari daerah serangan atau rumpun terserang; menggunakan benih dari kultur jaringan) atau benih baru setiap musim tanam; Sistem pindah tanam setelah tiga kali panen, maksimal 3 tahun; Pengapuran atau abu. • Cara biologi Pemanfaatan agens antagonis seperti Pseudomonas fluerescens,Bacillus subtilis. (Entomopatogen), dengan atau tanpa kompos.




Basisdata Hama dan Penyakit Tanaman
didanai oleh Proyek I-MHERE B.2.c


Anda diperkenankan menggunakan informasi maupun gambar dari website ini dengan mencantumkan sumbernya www.opete.info

©2010-2011 Departemen Proteksi Tanaman - IPB