Basisdata Hama dan Penyakit Tanaman
   
Penelusuran Lanjutan
Beranda Depan

 

 Jamur upas

Penyakit:Jamur upas
Penyebab:Upasia salmonicolor
Inang:Kina
Gejala:Sebelum mengering daun-daun dari cabang yang sakit berwarna kuning kemerahan. Pada batang atau cabang mula-mula terdapat benang-benang jamur yang mirip dengan rumah laba-laba. Pada permukaan kulit yang terlindung, jamur membentuk bongkol-bongkol, yang disebut stadium bongkol semu,seterusnya akan membentuk kerak yang berwarna merah jambu. Di sebelah pangkal bagian cabang yang terserang terdapat tunas yang berkembang.
Deskripsi:Jamur upas dipencarkan oleh basidiospora yang terbawa oleh angin. Basidiospora hanya terbentuk di waktu malam yang lembap,khususnya menjelang pagi, selama musim hujan. Kerena kelembapan tinggi hanya terjadi kalau udara tenang, basidiospora hanya akan terangkut angin dalam jarak dekat. Konidium dari sporodokium disebarkan oleh percikan air dan serangga. Pada lapisan himenium terdapat basidium dan parafisis, yang semuanya tersusun berderet-deret membentuk lapisan. Basidium berbentuk gada,pada ujungnya terdapat 2-4 sterigma yang masing-masing mendukung satu basidiospora. Ukuran basidium 12-24 x 4,5-9 m, panjang sterigma 4,5-9 m. Basidiospora tidak berwarna (hialin),berbentuk bulat atau bulat telur, berukuran 6-7,5 x 4,6-6 m. Konidium pada sporodokium tidak berwarna,mempunyai dinding yang agak tebal,bentuknya tidak teratur,dengan ukuran 12-21 x 11,4-20,7 m. 
 
Pengendalian:Mengurangi kelembapan kebun. Penyemprotan dengan fungisida.




Basisdata Hama dan Penyakit Tanaman
didanai oleh Proyek I-MHERE B.2.c


Anda diperkenankan menggunakan informasi maupun gambar dari website ini dengan mencantumkan sumbernya www.opete.info

2010-2011 Departemen Proteksi Tanaman - IPB